Mungkin inilah ungkapan rasa yang kami rasakan kali ini. Sejak di difungsikan tahun 2017 IPAL Komunal di YBM ini. Awalnya banyak orang yang tidak terlalu memikirkan tentang pengolahan air Limbah Domestik ini sehingga banyak orang yang tidak peduli.

Sudah tak terhitung lagi berapa kali kunjungan, sinau bareng, dan mengambil ilmu dari IPAL yang ada di YBM ini. Mulai dari Lembaga pemerintah, Pondok Pesantren, dan instansi-instansi lainnya. Bahkan alhamdulillah IPAL YBM kinipun ditunjuk mewakili Kota Malang untuk ikut mempertahankan Penghargaan Tertingi yakni WISTARA untuk ke-4 kalinya ditingkat Nasional oleh Forum Malang Kota Sehat (FMKS).

Pada hari Jumat, 11 Januari 2019 YBM kembali mendapat kunjungan special dari 2 Tamu Pondok Pesantren Hidayatunnajah Bekasi yakni Ustadz Muslim dan Ustadz Fathul Ulum. Kenapa Special karena menurut penuturan dari Beliau, “ Tujuan utama kami sebenarnya hanya ke Banyuwangi, akan tetapi ingin pulang ke Bekasi, kami sadar kalau ternyata jalur pulang kita akan melewati Kota Malang. Kamipun ingat Ustadz Agus (meskipun belum pernah bertemu sebelumnya) dan kamipun tahu ada Pengolahan Air Limbah Pondok Beliau, sehingga kamipun sepakat untuk mampir di YBM”.

Sesampainya Beliau berdua di YBM, langsung di temui oleh Mudir YBM Dr. KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag. dan beliau-beliaupun diajak untuk berkeliling YBM, Ponpes Al Umm dan terutama IPAL Komunal yang sudah berubah nama menjadi WESH (Wisata Edukasai Sanitasi Hidroponik).

Setelah melihat dan diberikan penjelasan oleh Dr.KH. Agus Hasan Bashori, Lc., M.Ag berkaitan dengan pentingnya IPAL terutama manfaat bagi YBM dan Ponpes Al Umm. Beliau-beliau berkata, “ Kita dapat banyak ini, ndak rugi kami mampir ke sini. Ndak rugi meskipun capek, semalem lagi enak-enaknya tidur di bus tiba-tiba disuruh oper bis sampe 2kali, apalagi busnya tidak lebih baik dari bus sebelumnya, walhasil sampe disini kami capek tapi terobati dengan dapat ilmu yang banyak ini”. Beliau-beliapun menambahkan bahwa “ IPAL ini sangat kami butuhkan karena jumlah penghuni kami yang setiap tahun pasti bertambah dan permasalahan pengolahan air limbah pasti juga akan ada”

Alhamdulillah kami haturkan, semoga IPAL ini bisa terus memberi manfaat untuk YBM dan Lembaga-lembaga yang lainnya. Oleh karena itu kami menyimpulkan bahwa, Pengolah Air Limbah Domestik ini pada awalnya tidak dipedulikan oleh orang, akan tetapi baru akan dibutuhkan ketika terjadi masalah dengannya. Apalagi jika berada di suatu lingkungan tertentu

Kamipun mengajak kepada segenap masyarakat untuk sadar akan kebersihan, kesehatan lingkungan sekitar. Karena apapun yang kita perbuatan imbasnya pasti untuk kita sendiri.

wallahualam bishawab..

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *