Derita yang dialami oleh Etnis Muslim Rohingya banyak menjadi sorotan Dunia, banyak yang menyebut hal ini adalah upaya untuk pembersihan etnis (genosida) terhadap Muslim Rohingya. Inilah fakta yang disuarakan dengan memadai oleh dunia. Kejahatan berat dan kejahatan kemanusiaan seperti pembantaian, penyiksaan, pembunuhan, pemerkosaaan danbpengusiran serta perampasan tanah dialami oleh Muslim Rohingya sejak 1942.

Aung San Suu Kyi Tokoh Myanmar yang mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian pun tak luput jadi sorotan, ia banyak dikritik karena penolakannya untuk mengecam Genosida terhadap Muslim Rohingya. Dia dianggap mendiamkan apa yang terjadi pada etnis Rohingya.

Kanada yang sebelumnya telah memberi Aung san suu kyi sebuah penghargaan yang jarang diberikan yakni pemberian status kewarganegaraan kehormatan. Mengambil langkah untuk memprotes apa yang terjadi di Rohingya dengan mencabut kewarganegaraan kehormatan tersebut.

Legislator Kanada dengan suara bulat mengambil keputusan untuk mencopot kewarganegaraan kehormatan pemimpin sipil Myanmar Aung San Suu Kyi. Hal itu dilakukan untuk menanggapi kejahatan yang dilakukan Myanmar terhadap minoritas muslim Rohingya.

“Pada 2007, parlemen memberikan Aung San Suu Kyi status kewarganegaraan kehormatan Kanada. Hari ini, parlemen dengan suara bulat meloloskan mosi untuk mencabut status ini,” ujar Adam Austen, juru bicara Menteri Luar Negeri Kanada, Chrystia Freeland seperti dilansir kantor berita¬†AFP, Jumat (28/9/2018).

Misi pencari fakta PBB pun telah merilis laporan yang membeberkan kekejaman yang dilakukan militer Myanmar terhadap warga Rohingya. Tercatat ratusan ribu etnis Rohingya yang telah melarikan diri dari malapetaka yang mereka alami. Banyak desa yang telah dibakar dan kondisi yang sangat memprihatinkan.

Rohingya adalah salah satu contoh bangsa yang diusir dari negerinya sendiri.

Kami telah menulis dua buah buku tentang Rohingnya:
1. Rohingya, sejarah tragedi kemanusiaan terburuk di dunia
2. Rohingya, Sejarah Kesultanan Arakan yang dijajah.
Semoga langkah Kanada dalam upaya membela Rohingya dan menekan Burma/Myanmar terus bergulir dan diikuti oleh negara negara lain yang memiliki semangat membela kemanusiaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *