hari 1
1. Hari ini kita berangkat ke palu dari juanda jam 8.40 pagi.
2. Transit di makassar jam 11.50 wita.
3. Kena delay kurang lebih 1 jam.
4. Berangkat ke palu jam 4 kurang wita.
5. Sampe di palu jam 5.
6. Dijemput pak akhyar langsung ke rumah beliau.
7. Di jalan nemu banyak bekas gempa.
8. Kami berhenti dahulu membeli duren.
9. Sambil melihat supermarket yg di kabarkan dijarah oleh warga setelah gempa terjadi.
10. Sebabnya karena sudah 7hari setelah gempa belum ada bantuan logistik yg datang.
11. Bahkan seorang kepala desa ikut pula dalam penjarahan ini, namun dia dilepaskan polisi karena alasan memberi bantuan logistik kepada korban gempa.
12. Sesampainya di rumah pak akhyar kami langsung persiapan shalat maghrib, dan menunaikannya.
13. Selesai shalat kami langsung menuju meja makan untuk mengisi perut kami yg sudah kosong bersama pak akhyar.
14. Lepas makan malam Dr. Sigit datang ke rumah pak akhyar lalu disusul dengan mas akbar beserta temannya.
15. Kami pun berbincang hangat, salah satunya tentang meninggalnya 20 orang lebih dikarenakan miras, lalu perjalanan Dr. Sigit yulianto dari morowali ke palu yg hanya ditempuh 8 jam, padahal waktu normalnya sekitar 10-12 jam.
16. Selesai berbincang kami melanjutkan ke acara packing sembako yg akan dibagikan esok hari, namun ditengah pekerjaan terjadi lampu mati yg membuat pekerjaan kami tertunda beberapa saat sampai ada senter, karena kebetulan kami tidak ada yg bawa senter.
17. Kami malkukan packing sampai sekitar jam 10, selesai packing kami pun istirahat karena besok kami masih ada agenda.

 

-hari 2
1. Pagi ini setelah shalat subuh kami beserta pak akhyar mengadakan rapat dan musyawarah mengenai pembagian tugas dan jadwal acara.
2. Intinya kami diminta memotivasi para warga bahwa menghafal quran itu tidak sulit.
3. Dilanjut dengan sarapan pagi bersama rekan2 relawan yg lain.
4. Sebelum berangkat kita berfoto dahulu.
5. Kita berangkat dari mamboro sekitar jam 8 pagi.
6. Selama perjalanan menuju tujuan kami melewati banyak camp2 pengungsian.
7. Kami juga melewati majlis ta’lim yg dihadiri oleh para akhwat.
8. Kita singgah di petobo, tempat likuifaksi.
9. Semua bangunan sudah rata dengan tanah bahkan ditelan bumi.
10. Ustad triono mewawancarai salah satu narsum (edwin)yg rumahnya terkena likuifaksi.
11. Setelah wawancara dan pemmberian quran, buku2 agama untuk anak2, juga sembako. Kami meninggalkan petobo menuju lokasi selanjutnya.
12. Kami juga singgah di kam. Jono oge, tempat likuifaksi yg lain.
13. Kami lanjutkan perjalanan dan singgah sebentar di telowali, tempat untuk mandi di air asin namun bukan seperti pantai pada umumnya melainkan berbentuk danau, biasa dipanggil pusat laut.
14. Kami lanjutkan perjalanan dan singgah di posko bukit bersahaja km.08, untuk mewawancarai penduduk posko setempat.
15. Ustad. Tri selaku pewawancara bertanya seputar kondisi, harapan kepada pak jamrin selaku narsum.
16. Bahkan dikabarkan pemerintah belum pernah menjenguk posko ini padahal sudah 3 bln para pengungsi tinggal di sini, dan belum ada kabar tentang huntara bagi para korban.
17. Pak jamrin pun mengucapkan terima kasih atas bantuannya.
18. Kami melanjutkan perjalanan menuju pantai tanjung karang, kami sampai kira 2 jam 3 sore.
19. Setelah kami sampai kami langsung shalat dzuhur dan ashar dijama’.
20. Setelah itu kami makan dengan ikan bakar dan cumi bakar.
21. Sehabis mengisi perut kami lanjutkan dengan snorkling.
22. Mulai jam 4 lebih sampai jam5, lalu persiapan pulang ke mamboro.
23. Aslinya kami akan melanjutkan perjalanan menuju bu sri di kalikoa, palu. Namun tertunda karena disana terjadi gempa lagi.
24. Sehingga kami langsung menuju camp kami di mamboro untuk istirahat, persiapan untuk agenda besok.
25. Sebelum kami istirahat kami tutup dulu kegiatan hari ini dengan pesta mangga.

(Ahad, 23/12/2018)

 

– hari3
1. Setelah shalat subuh, kami mengadakan rapat pagi untuk koordinasi kerja hari ini dan besok bersama pak alimin.
2. Kami akan menuju ke daerah sibalaya yg juga terkena dampak dari likuifaksi dan gempa sehingga membuat para relawan sulit menjangkau daerah tersebut.
3. Para pengungsi mendirikan tenda secara mandiri tanpa bantuan karena medan yg sulit untuk dijangkau.
4. Kami berangkat ke sibalaya tepatnya di desa saluki, dusun omu jam 8.30 setelah sarapan dan persiapan.
5. Kami sampai di desa omu jam 10.40.
6. Selain membagikan camilan untuk anak2 dan sembako bagi warga, kami juga bermusyawarah serta berbincang dengan para pemimpin juga pengurus tempat ini.
7. Desa ini sempat terisolir karena akses jalan yg terputus bahkan listrik tidak mengalir hingga 18 hari lamanya.
8. Kami melanjutkan perjalanan ke tempat yg lain tapi masih di dusun yg sama.
9. Kami langsung menuju masjid untuk menunaikan shalat dzuhur dan ashar.
10. Selesai shalat, kami diminta memberikan tausiyah kepada para jamaah, maka ustad salman pun bersedia.
11. Setelah tausiah juga pembagian sembako dan snack anak2 kami diajak makan siang.
12. Setelah mengisi perut kami lanjutkan perjalanan ke bala roa, kampung yg hilang ditelan bumi.
13. Ditengah jalan kami singgah sebentar untuk melihat gunung ‘bangga’ yg terbelah dan bergeser.
14. Kami terus melanjutkan perjalanan dan singgah di warung untuk makan.
15. Selesai makan kami melanjutkan perjalanan ke pantai talise, pusat palunomani yg diterjang sunami.
16. Bahkan jembatan kuning yg menjadi ikon palu ikut runtuh.
17. Setelah puas memandangi bekas sunami, kami lanjutkan perjalanan dan mampir di rumah ustad salahuddin untuk silaturrahim.
18. Kami kembali ke mamboro setelah mampir di rumah ustad salahuddin. Istirahat untuk persiapan kegiatan esok hari.
19. Namun setibanya kami di mamboro, saya mendapati sepatu saya tinggal sebelah kanan saja. Saya cari2 keliling rumah tapi tak kunjung ketemu, ya sudah lah mungkin besok ketemu.

(Senin, 24/12/2018)

– hari 4
1. Hari ini setelah shalat subuh dan sarapan kami bersiap2 untuk menuntaskan misi kemanusiaan terakhir kami di palu, sigi, dan donggala. Yaitu menuju pantai barat.
2. Sesaat sebelum kami meninggalkan camp, ustad tri menemukan sepatu saya yg sebelah kiri, ternyata sepatu saya dibawa anjing.
3. Ada kisah unik dari pak akhyar. Ada seorang mahasiswa yg telah lulus dari kuliahnya di UNTAD, suatu hari ia pergi ke tempat fotokopi dan membawa ijazah kuliahnya yg belum dilaminating kesana, ia pun masuk ke tempat fotokopi dan meninggalkan ijazahnya di motor, saat ia kembali menuju motornya ia sudah mendapati ijazahnya tinggal setengah, ternyata setengahnya lagi dimakan sapi.
4. Kami agak terlambat berangkat dari mamboro karena menunggu pak alimin. Kita berangkat dari mamboro jam 9 pagi.
5. Kami singgah di kampung kodonga tempat huntara, rombongan pertama YBM pernah kesini untuk memberikan dana pembangun mck yg sekarang rampung dibangun dan sudah digunakan.
6. Setelah wawancara dengan ketua rw kampung kodonga kami lanjutkan perjalanan ke masjid pantoloa yg kabarnya ketika tsunami, air tidak menghantam masjid tapi menghantam bangunan2 yg di sekelilingnya.
7. Kami lanjutkan perjalanan dan mampir di daerah wani, dimana KM. SABUK NUSANTARA 39 terdampar disini.
8. Kami lanjutkan perjalanan menuju salombo salah satu posko pengungsian yg masih menggunakan tenda sederhana.
9. Bahkan pemerintah belum masuk ke daerah ini.
10. Kami, relawan YBM akhirnya memberikan bantuan berupa sembako dan bantuan air sebanyak 2 gentong air.
11. Setelah itu kami kembali ke mamboro untuk mengambil perbekalan lagi, karena jarak dari salombo ke mamboro tidak terlalu jauh.
12. Sebelum berangkat ke tujuan selanjutnya, yaitu kalikoa kami singgah di masjid dulu untuk shalat dzuhur-ashar.
13. Selepas shalat kami lanjutkan perjalanan dan mampir dulu di tugu & gong perdamaian di palu lalu dilanjutkan mencari warung terlebih dahulu, karena memang sudah waktu makan.
14. Kami berhenti di sebuah warung dan memesan ‘uvempoi’ makanan khas palu yg identik dengan cita rasa asamnya.
15. Selesai mengisi perut kami lanjut lagi untuk mencari kolam renang, kami berenang sekitar 1jam kurang.
16. Habis berenang kami membilas diri dan berangkat ke kalikoa.
17. Tempat bu sri maryam tinggal, beliau adalah salah satu rekan kami dalam misi kemanusiaan YBM gel.2.
18. Disini selain kami menyalurkan sembako kami juga mengisi acara di masjid, memberikan motivasi untuk menghafal alquran bagi para warga. Kali ini ustad salman dan ustad hamzah yg berkesempatan untuk memberikan motivasi dengan ustad tri sebagai moderator.
19. Selesai acara kami ke masjid untuk shalat maghrib-isya’, lalu pergi ke pasar buah untuk membeli durian.
20. Setelah dirasa cukup durian yg dibeli, kami pulang ke mamboro.
21. Lalu makan malam dan persiapan tidur, karena besok pagi sekali kami akan meninggalkan palu menuju surabaya.

(Selasa, 25/12/2018)

DONASI KORBAN GEMPA PALU-DONGGALA TAHAP 2
             
             
NO TANGGAL NAMA KETERANGAN NOMINAL   VIA
  10-Oct-18 Abdullah Donasi 942,000   BNI
  19-Oct-18 Jama’ah Masjid al-A’raf Sawojajar Donasi 1,500,000   Cash
  2-Nov-18 Iswan Donasi 100,000   Cash
  3-Nov-18 Bpk Abdullah al-Kuwari Donasi 44,595,000   Cash
  5-Nov-18 Hamba Allah Donasi 150,000   Cash
  8-Nov-18 Ibu Sugiati Donasi 1,500,000   Cash
  11-Nov-18 Hamba Allah Donasi 5,000,000   Cash
  17-Nov-18 Jama’ah masjid al-Burhan Salatiga Donasi 2,000,000   Cash
  23-Nov-18 Umu Bima Donasi 1,000,000   Cash
  11-Dec-18 Hamba Allah Donasi 500,000   Cash
  21-Dec-18 Hamba Allah Donasi 1,000,000   Cash
  25-Dec-18 Bpk syafiudin Donasi 1,000,000   Cash
  26-Dec-18 Dari Dompet Sosial YBM Donasi 2,828,000   Cash
    TOTAL   62,115,000    
             
             
PENYALURAN DAN OPERASIONAL            
No Tanggal Uraian Jumlah  
1 20-Dec-18 pembelian buku Tuntunan Sholat 500 exemplar   5,100,000  
2 20-Dec-18 Pembelian buku Dzikir Wirid 250 exemplar   2,475,000  
3 20-Dec-18 Pembelian buku Rukun Iman 250 exemplar   2,475,000  
4 20-Dec-18 Pembelian sembako 300 paket   20,000,000  
5 20-Dec-18 Perlengkapan     2,000,000  
6 22-Dec-18 Jilbab 35 potong   1,500,000  
7 25-Dec-18 Bantuan Tandon Air 1   2,500,000  
8 26-Dec-18 Tiket Sby-Palu PP 4 orang   12,065,000  
9 26-Dec-18 Operasional ( Akomodasi, Transportasi, Konsumsi, Guide, Tim Relawan) Selama di Palu   14,000,000  
    JUMLAH     62,115,000  
             
             
    JUMLAH DONASI MASUK 62,115,000  
    JUMLAH DONASI KELUAR 62,115,000  
    SALDO DONASI TAHAP 2 0  
           

Sisihkan sebagian harta terbaik anda untuk membantu saudara kita yang sedang mengalami musibah di Palu-Donggala melalui YBM Peduli Palu dengan mentranfer ke rekening YBM Peduli dengan ditambah kode unik 500 di belakang nominal…

BSM 77 5656 7777
a.n. Dompet Sosial YBM
Kode 451
Cp
M Ali Khudlori
081 332 675 653

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *