Hukum Sembelihan yang Didahului Sengatan Listrik

Pengantar:

Halal haram adalah satu bagian inti dari agama Islam, dan satu unsur primer dalam kehidupan muslim. Memakan yang halalan thayyiban adalah satu kewajiban dan kebutuhan bagi orang-orang beriman, mengikuti jejak para Nabi dan Rasul. Salah satu faktor yang menentukan kehalalan daging dalam Islam adalah sembelihan. Jika sembelihan itu syar’i alias memenuhi syariat Islam maka sembelihan itu adalah halal. Jika tidak, maka menjadi bangkai.

Sembelihan menjadi halal kalau memenuhi 10 sayarat: 1) Orang yang menyembelih haruslah orang yang mampu berniat menyembelih; harus orang yang sudah mumayiz dan berakal. 2) Orang yang menyembelih harus beragama Islam atau ahli kitab. 3) Ketika melukai hewan punya maksud untuk menyembelih. Jika dia melukai hewan itu tidak untuk maksud menyembelih maka tidak halal untuk dimakan. 4) Apakah disyaratkan harus diniatkan untuk dimakan? Ada dua pendapat ulama dalam hal ini, yang rajah harus diniatkan untuk dimakan. Misalnya menyembelih hewan untuk dijadikan bahan penelitian, atau tujuan lainnya, tidak halal dimakan. Ini adalah pendapat Syaikhul Islam. Dinyatakan dalam hadis:

مَا مِنْ إِنْسَانٍ قَتَلَ عُصْفُورًا فَمَا فَوْقَهَا بِغَيْرِ حَقِّهَا، إِلَّا سَأَلَهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَنْهَا

Tidak ada orang yang membunuh seekor burung pipit atau yang lebih kecil dari itu, tanpa alasan yang benar, melainkan Allah akan meminta pertanggung jawabannya.” Para sahabat bertanya: “Apa alasan yang benar?” Nabi menjawab:

يَذْبَحُهَا فَيَأْكُلُهَا، وَلَا يَقْطَعُ رَأْسَهَا يَرْمِي بِهَا

Dia menyembelihnya untuk memakannya, tidak boleh dia memotong lehernya kemudian membuangnya.” (HR. Nasa’i no. 4349)

5) Tidak untuk dipersembahkan kepada selain Allah. 6) tidak disebut selain nama Allah. 7) harus menyebut nama Allah (basmalah) saat menyembelih. “Janganlah kalian makan binatang yang tidak disebutkan nama Allah ketika menyembelih. Karena ia adalah hewan yang haram.” (QS. Al-An’am: 121)

8) Alat untuk menyembelih harus pisau yang bisa melukai dan mengalirkan darah, selain kuku dan gigi. Dari Rafi’ bin Khadij radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Segala yang bisa mengalirkan darah dan disebutkan nama Allah ketika menyembelih, makanlah. Selama bukan gigi atau kuku.” (HR. Abu Daud 2821, Turmudzi 1491 dan dishahihkan Al-Albani).

9) Harus sampai mengalirkan darah. Menyembelih dengan cara tidak mengalirkan darah, seperti disetrum, dicekik, dipukuli, dimasukkan air panas, meskipun dengan membaca basmalah, statusnya bangkai, haram dimakan. 10) orang yang menyembelih, harus orang yang diizinkan untuk menyembelih secara syariat.

Masalahnya, sudah menjadi trend dunia bahwa di jagal-jagal besar sembelihan dilakukan dengan cara disengat listrik terlebih dahulu, lalu setelah lumpuh total baru disembelih. Apakah cara seperti ini halal? Silakan simak jawabannya dalam edisi kali ini. Selamat membaca! [*]

*******

 1. Pemasaran, Sirkulasi, dan Iklan

CP: 0812-3133-8889 Alamat: Komplek Masjid Jami’ Al-Umm, Jl. Joyo Agung No. 1, Merjosari, Lowokwaru, Malang.

2. Redaksi

CP: 0812-3133-9008

3. Informasi, kritik, dan saran bisa disampaikan melalui alamat email: majalah@binamasyarakat.com

Atas kesediaan menjadi agen, dengan senang hati kami mengucapkan selamat bergabung dengan majalah al-Umm. Kami sangat membutuhkan Anda melebihi kebutuhan Anda kepada kami. Semoga kerjasama dakwah diantara kita bisa terwujud melalui majalah al-Umm al-Mubarakah ini.

Jazakumullah khairan katsiran. Semoga Allah memberkati majalah kita ini dan seluruh proyek dakwah kita. Aamiin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *