20160729_091300

Dalam acara pembukaan Konferensi Internasional pertama tentang Pesantren yang berlangsung di Aula Rektorat Lantai 5 UIN Maulana Malik Ibrahim, Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si menyampaikan bahwa kondisi Pendidikan Islam kita runyam. Sektor lain, ekonomi dan sosial politik juga runyam.

Berikut laporan pidato sambutan Bapak Rektor.

” Yang kita bahas adalah hal yang mendasar dalam kontek praktek pendidikan di Indonesia. Kondisi global pendidikan kita tidak cukup menentramkan hati, ekonomi, sospol dan pendidikan semuanya runyam. Dalam Ekonomi ada kesenjangan, eksploitasi negara kaya terhadap negara lain, termasuk eksploitasi SDM. Kondisi Sospol, kehidupan baru yang dijanjikan negara tidak terwujud, bahkan kekacauan dimana mana, lebih-lebih kondisi Islam, sejak apa yang disebut dengan istilah arab spring.

Pendidikan kita suka atau tidak suka, hanya bisa mencipta orang pintar bukan orang baik. Pendidikan dalam Islam bukan hanya transfer ilmu tapi memanusiakan manusia. Oleh karena itu Banyak orang berusaha mekonstruksi pendidikan termasuk di UIN ini.

Kita sadar bahwa tidak ada investasi paling efektif untuk masa depan kecuali pendidikan. Malang, mengambil prakarsa merekonstruksi, menjadikan anak didik menjadi pintar dan baik. Untuk mencapai itu tidak mungkin cara konvensional, harus berbasis pesantren. Ada institusi namanya Ma’had, menggali nilai-nilai kehidupan dari Islam, Al-Quran maupun Hadits.

Saya ingin berbicara secara sungguh-sungguh, mengevaluasi , mencipta gagasan, untuk Pesantren UIN Malang sudah bangun Ma’had, dengan berbagai dinamikanya hingga akhirnya hampir seluruh Perguruan Tinggi Agama Islam di Indonesia datang ke UIN Malang ini untuk melihat dan belajar. Tiap minggu ada saja kunjungan Ma’had Al- Jami’ah ini. Ini pekerjaan raksasa, yang tidak saja cukup lewat teksbook, ada kerja nyata yang dapat dirasakan oleh Sivitas Akademika.

Tahun lalu saya survey dari 3500 mahaiswa, saya ambil walinya sebanyak 120 secara acak, saya beri pertanyaan, mengapa melanjutkan di UIN Malang jauh-jauh dari wilayah barat sampai ujung timur. Jawaban mereka karena di Malang memiliki Ma’had. Subhanallah

Saya wawancara ke beberapa orang, apa yang menarik, Jawabnya: “ Kalau saya ingin jadikan anak saya pintar banyak Perguruan Tinggi yang baik, tapi sebagai Orang Tua tidak ingin hanya pintar tapi harus menjadi baik, oleh karena itu saya percayakan pada kampus ini. Itulah suara hati yang tulus diucapkan wali mahasiswa yang datang melewati beberapa Propinsi. selama tes dia tidur di Masjid Kampus, sambil melihat shalat jamaah. Dia ingin melihat aktifitas spiritual di UIN.

Kalau demikian suara hati masayarakat, untuk merespon pendidikan agar anak jadi baik, maka wajib ada Pesantren di Perguruan Tinggi. Sudah ada 55 jumlahnya PTAN yang telah memiliki embrio Ma’had.

Mohon dukungan kepada semua yang hadir, mari kita gunakan menata pendidikan dengan baik, Islam khususnya, tidak hanya pintar tapi baik.

Berbagai persoalan dunia, pangkalnya dari orang-orang yang mentalnya buruk. Pintar tapi buruk. Bagaimana posisi Ma’had di Malang, saya melanjutkan kebijakan dulu, saya kuatkan dengan SK semua aktifitas Ma’had, tidak lulus kalau tidak taklim di Ma’had.

Untuk menjadikan Ma’had sebagai pilar, kegiatan ini akhirnya berhasil. Awalnya gejolak, memang berat harus kuliah di dua tempat, Taklim dan Fakultas. Hal-hal semacam ini yang menjadi tema besar.

Saya harap dalam forum ini dibahas secara serius. Alhamdulillah ini hadir Ustadz Agus Hasan Bashori. Semoga menjadi kemajuan bagi Pesantren. Mahasiswa dokter akan hadir di kampus Makhad 2, Karena disini tidak cukup, dan karena Fakultas Kedokteran kita bisa dibilang Fakultas Kedokteran Syari’ah. Referensinya tidak ke barat, tapi pandangan Ibnu Sina. Kata beberapa orang melihat visinya itu maka idealnya kita harus punya rumah sakit sendiri.”

Demikian yang bisa kami catat
Pengasuh Pesantren Tinggi Al Aimmah Malang
KH. AGUS HASAN BASHORI

20160729_102056

20160729_084530

2 Replies to “Rektor UIN MAULANA : ” Pendidikan Kita Runyam, Pesantren Solusinya. “”

  1. MasyaAllah…. Luar biasa… Ya, pendidikan tidak hanya mencetak orang pintar, tapi yang lebih penting adalah menjadi orang baik. kalau digabung: orang pintar dan baik…. Semoga terwujud…!!!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *