SANTRI AL-UMM JUARA NASIONAL KARATE

Santri Al-Umm berhasil menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Prestasi tersebut diraih dalam kejuaran Open Kyokushin I.K. OFFIK Indonesia yang digelar di Maspion Square Surabaya pada hari Ahad 5 Rabiul Awwal 1444 H atau yang bertepatan pada tanggal 2 Oktober 2022 M. Prestasi tersebut diraih oleh santri yang bernama:

  1. Abdullah Sholeh Al-Faqih (Kelas 9A SMP Islam Al-Umm Malang)

Sebagai juara 1, kelas 12-14 tahun, under 55 kg

  1. Zaydan Syahlevi ( Kelas 10A MA Islam Al-Umm Malang)

Sebagai juara 3, kelas 14-15 tahun, under 60 kg

Kejurnas (Kejuaraan Nasional) ini diikuti oleh para atlet putra-putri dari usia 5 tahun sampai 20 tahun. Perlombaan dimulai dari jam 10:00 hingga berakhir pada jam 22:00. Pertandingan dalam kejuaraan ini terbagi menjadi 4 babak untuk setiap kategori, diantaranya yaitu :

  1. Babak penyisihan
  2. Babak semifinal
  3. Babak perebutan juara 3
  4. Babak grand final

Untuk pembagian kategori dibatasi rentang usia 2 tahun. Setiap rentang usia 2 tahun itu dibagi lagi menjadi 2 kategori sesuai berat badan atlet, supaya pertandingan berjalan secara adil dan sportif. Arena pertandingan seluas 10 x 10 m yang berjumlah 2 arena. Jumlah total wasit ada 14 orang, dibagi sebagai saksi, pengamat, dan penentu dalam pertandingan. Adapun peraturan dalam Kejurnas ini adalah sebagai berikut:

  1. Setiap pertandingan berlangsung 1 babak 2 menit untuk kategori dibawah 18 tahun. Untuk usia diatas 18 tahun 3 menit 2 babak. Apabila hasil pertandingan seri maka diberi hingga 3 babak tambahan, masing-masing babak berdurasi 30 detik
  2. Aturan dasar bebas menyerang, namun tidak boleh menyerang kepala menggunakan tangan dan menyerang kemaluan menggunakan tangan maupun kaki. Jika hal itu terjadi, maka atlet tersebut akan mengalami pengurangan point
  3. Untuk setiap serangan masuk mendapat 1 poin dan setiap serangan telak mendapat poin penuh hingga 10. Misal 3 kali tendangan mengenai kepala dengan telak maka atlet tersebut langsung dinyatakan menang

Atlet dibawah 16 tahun wajib menggunakan helm protection, gloves, gum shield, body protector, growing (pelindung kemaluan), shin guard (pelindung tulang kering). Adapun untuk kategori 16-18 tahun tanpa menggunakan body protector, dan untuk usia usia diatas 18 tahun hanya menggunakan gum shield dan growing saja.

Dalam penentuan pemenang di Kejurnas ini, maka diambilah 3 pemenang dalam setiap kategorinya untuk mendapatkan hadiah berupa trophy, sertifikat, serta uang tunai.

Untuk latihan atlet di Pesantren Al-Umm secara garis besar terbagi menjadi 2 macam latihan,yaitu:

  1. Latihan Fisik
  2. Latihan Teknik

Untuk latihan fisik dilakukan siang hari hingga sore selama hampir setiap hari, dan latihan itu meliputi: Sprint atau jogging selama 15 menit (minimal), push up 100 kali, sit up 100 kali, squat jump 100 kali (dalam sehari), kimiwasha (olah pernafasan), lompat tali menggunakan selang selama 5-10 menit. Adapun untuk latihan teknik dilakukan setiap hari selasa dan jum’at sore dibawah pengawasan dan bimbingan Sensei (Guru besar) Agus secara langsung.

Selang beberapa hari setelah kemenangan atlet dari santri Pesantren Al-Umm, kami kemudian menemui kedua juara tersebut guna mewawancarainya.

Berikut petikan wawancara dengan santri yang menyabet juara 1 lomba karate tersebut.

T: “Bagaimana cara anda sehingga bisa meraih juara 1?”

J: “Saya menjalani latihan sederhana, seperti: Sprint, push up, sit up, squat jump, dan latihan-latihan lainnya di siang hari, mengikuti arahan dari Sensei dan dengan motivasi ingin mencari pengalaman serta prestasi agar kedepannya bisa menjadi semakin giat lagi dalam berlatih”.

T: “Apa kesan yang anda rasakan ketika meraih juara 1?”.

J: “Alhamdulillah, atas karunia dan anugerah-Nya, saya lebih merasa percaya diri untuk mengikuti kejuaraan ketika ada kesempatan lagi, saya pun tidak pernah menyangka akan bisa menjadi juara 1, padahal saya belum pernah mengikuti kejuaraan sama sekali, terlebih ini adalah di kejuaraan nasional”. Dia menutup perkataannya dengan senyum-tawa heran.

Petikan wawancara santri yang mendapatkan juara 3.

T: ”Bagaimana cara anda sehingga bisa meraih juara 3?”

J: ”Saya menjalani latihan yang tidak jauh beda dengan rekan atlet saya. Dan yang lebih mengenang bagi saya yaitu mengenai pantangan sebelum menjalani kejuaraan, seperti; tidak boleh mengonsumsi minuman ber-es atau dingin, kopi, makanan yang pedas-pedas, berminyak, kadar garamnya tinggi, dan begadang. Dalam latihannya ada skipping (lompat tali) menggunakan selang pendek dan berat selama 20 menit, latihan sparing (bertanding), jalan gerobak dengan tangan menggenggam”.

T: “Bagaimana kesan Anda setelah menjadi juara ini?”

J: ”Alhamdulillah, ini adalah nikmat dari Allah, saya merasa senang bisa mendapatkan juara walau sempat knock (terkapar) di babak semi-final 2 ronde” Tutup atlet asal Malang tersebut sambil senyum-tawa.

Program latihan secara keseluruhan dalam pesantren Al-Umm sendiri dapat disimpulkan menjadi 3 program latihan,

yaitu:

  1. Latihan Fisik
  2. Latihan Materi
  3. Kenaikan Tingkatan Sabuk

Untuk program latihan fisik yaitu berupa latihan olah fisik seperti; Push up, sit up, pull up, skipping, squat jump, sprint, kuda-kuda, kimiwasha dan lain-lain.

Untuk program latihan materi yaitu diharuskan para peserta beladiri karate ini dapat menguasai materi yang telah dipelajari berupa gerakan-gerakan dasar, jurus-jurus, grippen (jurus mematikan), dan lain-lain.

Adapun untuk program kenaikan tingkatan sabuk bisa dilalui setelah melakukan berbagai ujian-ujian yang telah diberikan dan ditetapkan berupa ujian fisik maupun materi sehingga pantas untuk mencapai tingkatan berikutnya.

Sudah sepatutnya beladiri seperti ini dipilih oleh Pesantren Al-Umm untuk menjadi bagian kegiatan ekstra yang sangat bermanfaat untuk para santri di dalamnya. Dengan begitu kegiatan ini pun bisa menjadi salah satu sarana yang dapat menunjang kemantapan fisik dan mental para santri, serta menjaga kekebalan imunitas tubuh agar para santri tidak gampang terserang penyakit. Dan selebihnya dari kegiatan beladiri ini dapat dijadikan sebagai wadah dalam pengembangan bakat dan penorehan prestasi santri Pesantren Al-Umm.

Reporter: Fauzan Akbar Al Aslami (Mahasantri I’dad Du’at MAA kelas 1 asal Pandaan).