Delegasi Plastic Bank Global Kunjungi Bank Sampah Al-Umm Malang, Pelajari Model Pengelolaan Sampah Terpadu

MALANG – Bank Sampah Al-Umm (BSA) Kota Malang menerima kunjungan kerja internasional dari delegasi Plastic Bank Global pada Senin, 22 September 2026. Kunjungan yang berlangsung mulai pukul 10.30 WIB ini bertujuan untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, sekaligus mempelajari model pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang diterapkan BSA.

Delegasi yang berasal dari berbagai negara, termasuk Mesir, Kanada, Haiti, Jerman, Brasil, Thailand, Filipina, dan Tiongkok, didampingi oleh empat orang perwakilan Plastic Bank Indonesia. Rombongan mengunjungi kantor pusat BSA dan area pengolahan sampah terpadu.

Meninjau Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir

Dalam kunjungan tersebut, para delegasi menyaksikan secara langsung empat tahapan utama pengelolaan sampah di Bank Sampah Al-Umm.

Pada tahap awal, rombongan mempelajari mekanisme penerimaan sampah dari nasabah dan pengepul, mulai dari proses penimbangan, pencatatan melalui buku tabungan sampah digital, hingga edukasi pemilahan sampah dari rumah tangga.

Untuk pengelolaan sampah anorganik, BSA menerapkan pemilahan plastik berdasarkan tujuh jenis, yaitu PET bening, PET biru, HDPE, PP, ember, kantong plastik atau kresek, dan tutup botol. Plastik PET selanjutnya dipadatkan menggunakan mesin pres sebelum disimpan di gudang dan dipersiapkan untuk dikirim ke TPST Mulyoagung.

Sementara itu, pengolahan sampah organik dilakukan melalui pendekatan ekonomi sirkular dengan memanfaatkan larva Black Soldier Fly (BSF) atau maggot.

Sisa makanan dan sampah dapur dicacah untuk menjadi pakan maggot. Setelah dipanen, maggot dimanfaatkan sebagai pakan alternatif ikan lele dan anak ayam atau DOC (Day Old Chick). Adapun residu budidaya maggot yang dikenal sebagai kasgot diolah menjadi kompos dan pupuk organik.

Model ini menunjukkan upaya BSA dalam memaksimalkan pemanfaatan sampah, mengurangi residu yang terbuang, serta menghasilkan produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

Mendapat Apresiasi dari Delegasi Internasional

Model pengelolaan sampah yang diterapkan BSA mendapatkan tanggapan positif dari para delegasi. Perwakilan Thailand dan Filipina menunjukkan ketertarikan khusus terhadap pengolahan sampah organik menggunakan maggot, mengingat besarnya proporsi sampah organik di negara mereka yang masih belum tertangani secara optimal.

Sementara itu, delegasi Jerman dan Kanada mengapresiasi sistem pendataan BSA yang dinilai transparan, tertata, dan mendukung pengelolaan operasional secara terorganisasi.

Delegasi dari Haiti, Mesir, dan Brasil juga menyampaikan ketertarikan terhadap model integrasi bank sampah dengan kegiatan peternakan. Sistem tersebut dinilai berpotensi menjadi referensi untuk dikembangkan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan di negara masing-masing.

Pemberdayaan Masyarakat melalui Tabungan Sampah

Selain meninjau aspek teknis pengolahan, para delegasi juga mempelajari sistem pemberdayaan masyarakat yang dijalankan BSA. Salah satu mekanismenya adalah pembagian hasil bagi anggota pemilah dalam bentuk tabungan sampah.

Melalui sistem ini, kegiatan pemilahan dan pengumpulan sampah tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat yang terlibat.

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dari pengelolaan sampah berbasis masyarakat, karena keberhasilannya tidak hanya bergantung pada fasilitas pengolahan, tetapi juga pada partisipasi aktif warga dan keberlanjutan manfaat yang dihasilkan.

Menjadi Referensi Pengelolaan Sampah Berkelanjutan

Kunjungan kerja Plastic Bank Global ke Bank Sampah Al-Umm berlangsung lancar dan dalam suasana penuh kekeluargaan. Melalui kegiatan ini, BSA berkesempatan memperkenalkan praktik pengelolaan sampah terpadu yang menggabungkan pemilahan, daur ulang plastik, pengolahan sampah organik, serta pemberdayaan masyarakat.

Ketertarikan para delegasi terhadap berbagai proses yang diterapkan di BSA membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan praktik pengelolaan sampah yang dapat diadaptasi di berbagai negara.

Diharapkan, kunjungan ini semakin memperkuat kolaborasi internasional dalam mendorong pengelolaan sampah yang berkelanjutan, mendukung ekonomi sirkular, dan mewujudkan lingkungan yang lebih bersih bagi generasi mendatang.

Bank Sampah Al-Umm Kota Malang terus berupaya menghadirkan pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan sumber daya secara optimal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *