Alhamdulillah, dengan segala karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala, kegiatan rihlah Ma’had ‘Aliy Al-Aimmah (MAA) beserta karyawan Yayasan Bina Al-Mujatama’ Malang berjalan sukses dan lancar. Selain memang merupakan program tahunan Yayasan, kegiatan rihlah semacam ini diharapkan juga dapat memberikan pelajaran kepada para mahasantri terkait dengan berbagai ilmu tentang kebersamaan, kekompakan, kedisiplinan dan kehidupan bersama dalam sosial kemasyarakatan.

Acara dimulai pada hari Ahad, 3 Jumada ats-Tsaniyah 1434 H / 14 April 2013. Setelah taklim Fiqh Shirah di Masjid Jami’ Al-Umm Merjosari lowokwaru Malang, rombongan berangkat menuju ke lokasi rihlah yakni bendungan Selorejo Ngantang Kab. Malang Jawa Timur. Dengan 4 mobil pinjaman dari pegawai dan jama’ah, rombongan membawa berbagai perbekalan dan kebutuhan pribadi masing-masing. Sesampai dilokasi, acara pembukaan dimulai dengan pembacaan berbagai agenda selama acara dilanjutkan dengan makan siang bersama. Sore hari, seluruh peserta menuju kolam renang untuk belajar sunnah dengan berenang dan juga berbagai permainan di sana. Acara berenang ditutup dengan permainan polo air yang dimainkan para mahasantri dan karyawan.

   
 

Malam hari selepas shalat maghrib, semua peserta mendapatkan taushiah dari mudir yakni Al-Ustadz Agus Hasan Basori, Lc., M.Ag. Taushiah yang diberikan begitu dihayati oleh para peserta. Adapaun materi yang disampaikan adalah seputar masalah rihlah secara syar’i, adab-adab dan segala hal yang terkait dengannya. Taushiah selesai pada waktu shalat isya dan kemudian dilaksanakan shalat isya berjama’ah.

Selepas isya, acara yang ditunggu-tunggu pun tiba. Pembagian hadiah berupa kitab-kitab melalui kegiatan musabaqah menjadi penghapus dahaga para mahasantri selama menempuh pendidikan di MAA. Semua musabaqah dilaksanakan dalam bahasa Arab, sebagaimana semua materi perkuliahan juga disampaikan dalam bahasa Arab. Musabaqah pertama adalah hiwar/muhadatsah. Dengan suasana yang sangat semarak musabaqah ini akhirnya dimenangkan oleh al-Akh Heri Bagus (Lamongan) dan al-Akh Luqman Shaleh (Bangil Pasuruan). Musabaqah berikutnya adalah khithobah yang dimenangkan oleh al-Akh Mush’ab Zaki (Jakarta), Miftahuddin (Lamongan) dan Wiki Susanto (Bengkulu). Sedangkan untuk Hifdzul Qur’an dimenangkan oleh al-Akh Danang Santoso (Mojokerto), Muhammad Salmin Quddah (Pamekasan) dan Ahmad Daniyal (Sawojajar Kota Malang). Musabaqah berikutnya yaitu Hifdzul Hadits, pemenangnya adalah al-Akh Sulaiman Yusuf (Sawojajar Kota Malang), Imam Abdul Mujib (Kromengan Malang Selatan) dan Alfan (Pamekasan). Musabaqah penutup adalah imal’ wal kitabah. Seluruh peserta mengikuti dengan tekun musabaqah ini dan yang berhasil menjadi pemenang adalah Al-Akh Sulaiman Yusuf (Sawojajar Kota Malang), ‘Izzu Abdil Bar (Mojokerto, Santri Al-Irsyad Tengarann yang lagi liburan dan ikut bergabung dalam rihlah), dan Imam Abdul Mujib (Kromengan Malang Selatan).

Demikianlah semua musabaqah dapat terlaksana dengan lancar. Semua mahasantri MAA telah berhasil mendapatkan hadiah dari musabaqah yang dimenangkannya. Acara malam itu ditutup dengan makan malam bersama dan kemudian beristirahat.

   

Keseokan harinya, Senin 4 Jumada ats-Tsaniyah kegiatan dimulai dengan shalat subuh berjama’ah. Selepas shalat dilanjutkan dengan taushiah oleh Al-Ustadz Ziyad At-Tamimy S.Th.I., M.HI. Beliau menyampaikan tentang pentingnya masa muda yang sangat berharga. Banyak hal penting yang harus diperhatikan, yang diantaranya apabila seorang pemuda menyia-nyiakan masa mudanya sehingga lewat dari kesempatan tersebut. Imam Syafi’i menyatakan bahwa orang tersebut telah dianggap mati dan dishalati dengan 4 kali takbir.

   
   
 

Setelah tausiah, acara dilanjutkan dengan bersih-bersih ruangan, coffee break, dan out bond. Berbagai permainan untuk meningkatkan kepercayaan terhadap teman, keakraban, kebersamaan, dan kekompakan diberikan dan diikuti seluruh peserta dengan antusias. Permainan ini berakhir dengan sarapan pagi bersama. Setelah membereskan tempat penginapan, rombongan meninggalkan tempat menuju bendungan untuk naik perahu dan memetik buah jambu biji. Di ladang jambu, pengunjung bebas mengambil buah langsung dari pohon dan makan buah sepuasnya. Jika mau membawa keluar ladang, pengunjung dapat membelinya dengan harga yang sangat murah. Demikianlah rombongan membutuhkan waktu sekitar 3 jam untuk menyeberang naik perahu, memakan buah jambu, dan kembali lagi mendayung perahu sampai ke tempat asal. Setelah shalat dhuhur, rombongan meninggalkan lokasi untuk kembali ke MAA. Alhamdulillah semua rombongan dapat kembali dengan selamat sampai di kompleks masjid Jami’ al-Umm Malang.

(Bendungan Selorejo, Ngantang Kab. Malang Jawa Timur, 3 – 4 Jumada ats-Tsaniyah 1434 H / 14 – 15 April 2013)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *