Oleh:

Ahmad al-Makky

Barangsiapa ingin mengetahui aib dirinya sendiri, maka hendaknya ia mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Hendaknya mencari teman yang jujur, berilmu, beragama kuat kemudian mengangkatnya sebagai pengawas atas dirinya. Umar pernah berkata: “Mudah-mudahan Allah سبحانه Ùˆ تعالى merahmati seseorang yang menunjukkan aibku kepadaku.” Atas hal ini, Dawud at-Tha`i meninggalkan manusia, maka dikatakan kepadanya: “Mengapa anda tidak bercampur dengan manusia?” Dia menjawab: “Dan apa yang harus saya kerjakan dengan suatu kaum yang menyembunyikan aibku dari diriku.”
2. Hendaknya dia bercampur dan bergaul dengan manusia. Maka apa saja yang dipandang tercela oleh manusia harus ia tinggalkan. Sebagian ulama mengatakan: “Seandainya semua manusia meninggalkan apa-apa yang tidak disukai oleh orang lain, maka mereka tidak akan membutuhkan seorang pendidik.
3. Hendaknya mengambil manfaat dari lisan-lisan musuhnya untuk mengetahui aib dirinya. Boleh jadi manusia akan lebih banyak mengambil manfaat dari musuh yang dibencinya dari pada dari teman yang bersikap menjilat, memuji atasnya dan menyembunyikan aibnya.
Dan yang terakhir, ketahuilah bahwa Allah سبحانه و تعالى jika mengehendaki kebaikan bagi hamba-Nya, dia perlihatkan kepadanya aib dirinya. Maka jika dia telah mengetahui aib dirinya, sangat mungkin baginya untuk menyembuhkannya.
Semoga kita dapat menyembuhkan aib kita dan menyempurnakan diri kita (AR).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *