Resume Kajian Spesial (Ustadz Yusuf Supriadi -Hafidzahullah-)
– Pemateri : Ust. Ammi Nur Baits, S.T., B.A. (Pembina Yayasan Amal Abadi Indonesia, Yufid TV, dan ANB Channel) -حفظه الله –
– Tema : Yang Tertakar Tidak Tertukar
– Tempat : Masjid Jami Al Umm
– Hari/Tgl : Jum’at, 16 Jumadal Akhirah 1447 / 7 Nopember 2025
– Waktu : Pukul 12.15 s.d. Selesai
Bismillah….
Setelah tahmid dan shalawat , Al-Ustadz membuka dengan salah satu firman Allah tentang rezeki manusia :
وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌ
“Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat” (QS. al-Syura : 27)
1. Allah telah menjamin rezeki hambanya, batasnya sampai mati
2. Prinsipnya adalah:
–
Apa yg telah ditetapkan Allah tidak akan tertukar
– (Misal) Keyakinan musyrikin takut kalau punya anak, karena khawatir merebut rezekinya.
–
Manusia yg diberi rezeki oleh Allah pasti dia (rezeki) akan dinikmati olehnya sebelum mati, walaupun datangnya tidak sekali waktu
– Semiskin apapun manusia tidak akan mati sampai jatah rezekinya habis. Sekaya apapun manusia pasti tidak ada melebihi batas rezeki yang ada. Sebab antara kekayaan dan jatah rezeki itu berbeda.
– Maksudnya tidak semua rezeki manusia itu sama.
– Yang kita makan habis, yang kita pakai habis, yang disedekahkan sehingga abadi.
– Tidak semua yang dimiliki bisa dinikmati.
– Rezeki sejatinya adalah apa yang kau nikmati .
– Manusia yang paling efisien adalah yg paling sering memakai yg dimiliki
– Kalau hanya punya dan tidak dimanfaatkan maka tidak maksimal dalam menggunakan rezeki.
Rasulullah صلى الله عليه وسلم selalu menginfaqkan apapun dan tidak hitung²an.
–
Allah memberikan rezeki pada hambanya tidak seketika, tapi diberikan sepanjang usia hamba-Nya.
– Maka jangan istibtha’ (obsesi untuk cepat sukses) sebelum waktunya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadisnya,
أَيُّهَا النَّاسُ ، إِنَّ أَحَدَكُمْ لَنْ يَمُوتَ حَتَّى يَسْتَكْمِلَ رِزْقَهُ ، فَلا تَسْتَبْطِئُوا الرِّزْقَ
“Wahai sekalian manusia, sesungguhnya kalian tidak akan mati sampai sempurna jatah rezekinya, karena itu, jangan kalian memiliki penyakit istibtha’ dalam masalah rizki. (HR. Baihaqi)
– Kalau belum waktunya dipaksakan nanti ujungnya akan melanggar
–
Di saat orang yg mengambil harta dg cara haram, maka sepeserpun tidak akan menambah jatah rezekinya. Sebagaimana yg halal pun tidak mengurangi jatah rezekinya.



