Alhamdulillah Kegiatan Tabligh Akbar 17 Agustus 2021 di Masjid Jami’ al Umm terlaksana dengan sukses.
Para pemateri:
– KH. Dr. Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag
– KH. M. Mujib Ansor S.H, M.Pdi
– Drs Muhammad Taufiq Penulis Buku “Pondok Gondang Penerus Perjuangan Sang Pangeran” sebagai tamu kehormatan yang diberi kesempatan memberikan sambutan singkat.

Mengawali pemaparan  KH. Dr. Agus Hasan Bashori Lc., M.Ag memaparkan tentang nikmatnya kemerdekaan.
Kemerdekaan adalah nikmat yang sangat besar bagi manusia, sebagaimana hina dan sengsaranya saat manusia dalam keadaan terjajah.

Bangsa Indonesia merasakan nikmatnya kemerdekaan setelah berjuang jihad fii sabilillah selama hamper puluhan atau ratusan tahun lamanya, yang tepatnya pada 76 tahun yang lalu yaitu pada hari Jum’at 9 Ramadhan 1346 H atau 17 Agustus 1945.
bahkan persiapan Proklamasi diadakan setelah sholat terawih, dan teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Proklamator Bapak Sukarno diketik saat waktu sahur.
Nuansa keIslaman saat Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia sangat terasa kalau kita lihat sejarah proses persiapannya.
Berdirinya Bangsa Indonesia tidak lepas dari peran para Ulama dan para Santri (kaum muslimin), terutama pada tanggal 21-22 Oktober 1945 KH Hasyim As’ari dan Ulama’ Jawa-Madura berkumpul di Surabaya, utusan dari kota Bangil adalah KH Hasan Muhdhor pendiri Pondok Gondang Bangil tempat KH Agus Hasan Bashori Lc. M.Ag mondok, lalu setelah pertemuan tersebut terbentuklah Resolusi Jihad dan pasukan Sabilillah yang menjadikan KH. Maskur (dari Pondok Bungkuk Singosari) sebagai Komandannya.
Pondok Bungkuk tempat ayah KH Agus Hasan Bashori, yairu Bapak M Qomari, dirintis oleh generasi pertama laskar Pangeran Diponegoro yang bernama Kyai Chamimuddin. Lalu dilanjutkan oleh Mbah Thohir lalu oleh anaknya, KH Nachrowi Thohir.
Sementara pondok Gondang dibangun oleh laskar Pangeran Diponegoro generasi kedua yaitu Kyai Hasan Muhdhor putra laskar Pangeran yang bernama Kyai Tamim. Setelah itu dipimpin oleh kH Abdurrozaq, lalu KH Muhammad Suaifi, guru dari pada KH Agus Hasan Bashori.
Jadi pondok al Umm adalah didirikan oleh penerus laskar generasi ke-5, Dan santri al-Umm adalah generasi ke-6.

Pangeran Diponegoro adalah salah satu Pahlawan Nasional sebagai penggerak semangat perlawanan terhadap kolonialis Belanda untuk meraih kemerdekaan, dan para pahlawan yang dari kalangan ulama, santri banyak yang berasal dari jaringan Laskar Pangeran Diponegoro.
Perang Diponegoro perang Jawa walaupun singkat hanya 5 tahun namun cukup menghancurkan penjajah Belanda.
Setelah Pangeran Diponegoro ditangkap maka para Laskar Diponegoro melanjutkan perjuangan dengan merubah taktik dari perang senjata menjadi mendidik masyarakat dengan dakwah membangun masjid musholla pesantren dan menandai tempat berjuangnya dengan menanam 2 pohon sawo.

Salah satu pesan Pangeran Diponegoro “Dimanapun berada Syiarkan Islam, Dan jangan lupa tandai dengan dua pohon sawo.

Kemudian sebelum sesi kedua, Ustadz Drs Muhammad Taufiq menyampaikan motifasi menulis kebaikan dan menjelaskan point-point tentang Pondok Darul Ulum Gondang Bangil, yang beliau menjadi saksi bahwa disana juga ada 2 pohon sawo sebagaimana tanda bahwa Pondok Gondang Bangil adalah salah satu pondok yang berafiliasi dengan Laskar Pangeran Diponegoro.

Disesi terakhir KH M. Mujib Ansor menyampaikan tentang Kemerdekaan Republik Indonesia, Piagam Jakarta, dan pentingnya menulis sejarah.
Acara diakhiri dg pembacaan kuis oleh Yai Faiz, yang hadiahnya adalah eco Enzim al-Umm.

Untuk menyaksikan Acara selengkapnya bisa kunjungi https://www.youtube.com/watch?v=_4UdODIkwLg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *